Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

FIKIR

Aku tak mengerti Sudah kulakukan segalanya Yang terbaik kuserahkan Tak ada hal buruk terjadi Namun mengapa jadi begini? Aku sudah terlalu lelah menunggu Berdiri dan tak beranjak selangkah pun Menunggu di hadapan sebuah pintu Hingga seseorang membukanya Namun kapan hal itu terjadi? Haruskan aku menghilangkan ego? Agar aku tetap berada dekatmu Walau hanya menjadi angin lalu Ataukah menjadi seseorang yang egois? Memaksa masuk ke dalam hidupmu Dan menjadi kepingan yang penting Yang tak akan pernah hilang

SENJA

Senja hari.. Mengapa disana ada awan yang menutupi mentari Mengapa tak kau biarkan saja cahayanya menyanubari Mengapa kau tak menghilang saja dan pergi berlari Tak kah kau sadari Semakin kau tutupi cahayanya yang berseri Kau semakin lebih terlihat tak berarti Kau hanya sekedar pelengkap penderita di langit ini Sadarlah.. Jika sesuatu itu memang baik dan indah Sekeras apapun usaha yang kau kerah Tak akan bisa kau sembunyikan keagungannya yang megah . . . . . . . . . . . . . . . . . Senja itu indah

DERITA

Berapa kali lagi aku harus mencoba? Mencoba menenggakkan kepala.. Menatap langit berbulan yang bercahaya.. Sembari menahan tetes air mata.. Berapa kali lagi aku harus mencoba? Menggenggam telapak tangan yang penuh dosa.. Mendekap jiwa yang lemah tak berdaya.. Sembari meneggelamkan amarah besar yang sudah tak terbendung lagi jumlahnya.. Mengapa harus begini? Mengapa harapan manusia melekat di diri ini? Yang pada dasarnya.. Aku hanyalah manusia bernyawa tapi tak berdaya.. Tolonglah.. Hatiku tak mampu lagi membendung lirihan hati yang gelisah.. Kumohon pergilah.. Setidaknya beri kesempatan pada jiwaku untuk bernafas walaupun susah..